Banyak yang bilang kalau mau sukses trading saham itu kudu pantengin terus bursa sejak buka jam 9 sampai tutup jam 4 sore. Baru deh bisa dapat gain yang gede. Apakah ungkapan itu benar ???? Salah ternyata.
Keuntungan yang didapat dari trading saham tidak sejalan dengan jumlah waktu yang kita habiskan untuk memantau monitor laptop yang berisi pergerakan market detik demi detik. Semua tergantung dari horizon trading nya : ada yang harian (beli dan jual hari yang sama) atau ada yang punya horizon mingguan. 
Untuk orang yang memiliki kesibukan pekerjaan lain dan menjadikan trading sebagai aktivitas tambahan disarankan tidak menjadi “day trader” karena butuh konsentrasi khusus untuk memantau naik turun nya harga yang berpengaruh kepada gain atau loss (biasanya ini juga terjadi pada forex trader). Mereka direkomendasikan untuk menjadi Casual Trader dengan disiplin terhadap trading plan yang telah dibuat. 
Kenapa Perlu Trading Plan ?
Trading Plan sangat esential utk mengetahui 3 hal 
1. Harga dimana kita bisa melakukan pembelian 
2. Harga dimana kita harus menjual untuk merealisasikan gain atau keuntungan 
3. Harga dimana kita harus menjual saham yang kita miliki guna menekan kerugian.
Dengan adanya trading plan ini timing dan keuntungan/kerugian bisa kita kelola dengan baik tanpa harus terus menerus memperhatikan pergerakan index bursa. 
Pemilihan saham yang akan ditrading penting dan perlu ada screening secara umum terhadap saham tersebut. Pendekatan yang biasa dilakukan lewat Macro-to-Micro Approach : yaitu dengan melihat trend market dan industri secara umum dan melihat trend harga dan volume saham nya secara khusus. Yang baik biasanya yg dalam posisi trend naik karena peluang utk mendapatkan gain lebih besar.