Banyak yang bertanya kepada melalui Group WA atau Group FB tentang kapan waktunya membeli sebuah saham dan pada level harga berapa untuk mendapatkan keuntungan terbaik.  Keputusan untuk masuk membeli sebuah saham atau biasa dikenal dengan OP (Open Position) adalah sebuah moment yang sangat penting dalam melakukan trading, karena tanpa tahu saat yang paling tepat maka dijamin kita akan kehilangan  pegangan apakah saham ini akan naik atau turun, mendatangkan profit atau memberikan loss.

Sebagian orang yang hanya melihat saham berdasarkan harga-nya pasti akan bilang “Oh saham ini sudah murah, mari kita beli” atau “kalau dilihat dari harganya saham itu mahal, jangan dibeli karena bakalan susah naik”. Padahal menentukan saat masuk membeli saham itu tidak melulu hanya didasari pada harga per lembar saja, tetapi perlu memperhatikan juga 3 hal lain : (1) apakah saham tersebut ‘diminati beli’ atau ‘dihindari jual’  (2) berapa besar volume jual beli saham tersebut diukur dalam harian atau rataan, dan (3) seberapa tinggi kenaikan telah terjadi

Dalam kondisi market seperti sekarang (bulan Agustus 2016) dimana bursa saham di Indonesia mengalami UPTREND (trend naik) maka ada dua strategi besar yang bisa dimaikan untuk penentuan waktu membeli sebuah saham : BUY AFTER BREAKOUT dan BUY WHEN BREAKOUT. Kedua strategi ini berangkat dari strategi dasar BUY ON BREAKOUT, cuma yang membedakan adalah “timing” masuknya yang berbeda 1-2 hari saja.

Menurut  INVESTOPEDIA  “A breakout is a price movement of a security through an identified level of resistance, which is usually followed by heavy volume and an increased amount of volatility.”  Jadi terlihat bahwa Breakout mengikuti 3 basis dasar : pergerakan harga menembus level resisten (batas atas), volume tinggi (1.5 – 2x rata rata selama 10-20 hari terakhir) dan volatilitas harga  tinggi. Jadi HARGA, TEMBUS BATAS ATAS, dan VOLUME TINGGI

  1. STRATEGI BUY AFTER BREAKOUT

Dasar utama dari strategi ini adalah membeli saham yang baru saja BREAKOUT. Waktu pembelian saham nya dilakukan D+1 setelah Breakout date nya.

Ilustrasi

Saham NIKL breakout pada tanggal 11 Aug 2016 di level 605. Kemudian direkomendasikan untuk beli pada hari berikutnya dengan target kenaikan sampai ke level 770-850 dengan pembatasan kerugian bila turun ke level 550-530

2016Aug-Pelat Timah Nusantara Tbk.-800x600

Tanggal 16 Aug saham tersebut ditutup di level 870 sehingga sejak breakout di 605 saham ini telah naik +265 atau +43.80% (bahkan bila yang sempat jual di level 980-990 keuntungan mencapai 61.98%)

2016Aug-Pelat Timah Nusantara Tb 16Aug

Memang tidak semua saham akan bergerak seperti ini namun ini adalah contoh yang baik untuk kita selalu berpedoman kepada Target Price nya apalagi untuk saham saham yang yang mengalami ALL TIME HIGH seperti NIKL (note  : biasanya ditarik menggunakan Fibonacci Retracement supaya mudah)

2. STRATEGI BUY WHEN BREAKOUT

Pendekatan ini dilakukan untuk saham saham yang dalam kondisi sudah dekat ke resiten nya dan demand buy nya strong (note : ditandai dengan bar berwarna hijau yang cukup tinggi)

Ilustrasi 

Saham LSIP mengalami rebound dari penurunan nya dua hari terakhir dan ditutup di harga 1530 (16 Aug 2016) dengan volume yang cukup besar dengan demand BELI (warna hijau). Saham ini memiliki R1 1535 dan R2 1560 dengan S1 1465 dan S2 1435

2016Aug-PP London Sumatra Indonesia Tbk.-800x600

 

Saham ini mendekati level resisten nya -5 atau 0.3% sehingga ada besok (18 Aug 2016) kemungkinan akan menembus R1 nya. Bila besok saham berada di level > 1535 dan volume nya tinggi (1.5 – 2 x rata rata 20 hari terakhir) maka dipastikan saham breakout dan menujut target nya di 1700.

Bila ini dilakukan dengan perencanaan yang matang maka kita bisa pastikan untuk mendapatkan harga yang terbaik ketika Open Position saham LSIP ini sehingga bisa memaksimalkan profit nya bila mencapai target  yang sudah ditentukan.

Dari dua pendekatan ini tidak menjamin 100% bahwa kita pasti akan untung dalam melakukan trading, namun kita sudah memiliki guidance yang jelas untuk empat hal :

  1. Waktu yang terbaik
  2. Level harga yang paling pas
  3. Target price bila saham mendaki
  4. Management resiko bila saham turun

Pendekatan ini saya lakukan secara disiplin sehingga keputusan trading-nya selalu bisa dipertanggungjawabkan.

Happy Trading !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *