IDX Direction 16 Okt 2018 : Index Terkonsolidasi Setelah Dollar Jinak Mengikuti Surplus Dagang

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global melanjutkan penurunannya dari pekan lalu setelah saham saham teknologi raksasa mengalami koreksi. Apple dan Netflix terkoreksi setelah analis menurunkan harga target dan terjadi pelambatan laba karena turunnya demand dari market di China. Hal ini memicu sentimen saham teknologi lain seperti Amazon, Microsoft dan Alphabet Google.

Saham saham pembuat chip juga terkoreksi -1.1% mengikuti kelompok saham teknologi  setelah saham NVIDIA terperosok -4.5%

Sepanjang perdagangan kemarin market volatile dengan high +142.43 point dan low -96.11 point.

DOW : 2520.55 turun -89.44 point atau -0.35%

S&P 500 : 1750.79 turun -16.34 point atau -0.59%

NASDAQ : 7430.74 turun -66.15 point atau -0.88%

Yied surat utang stabil setelah pertumbuhan retail sales hanya naik +0.1% dibawah ekspektasi. Naiknya penjualan otomotif tidak disertai dengan kenaikan pada penjualan restoran & bar yang turun ke level terendah sepanjang 2 tahun.

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.158% terkonsolidasi  tidak mengalami perubahan

Angka penjualan retail yang dibawah ekspektasi telah membuat Dollar Amerika terkoreksi terhadap 6 mata uang  lain. Ketegangan antara Saudia dan Amerika terkaitnya hilangnya jurnalis Jamal Kashoggi sempat membuat mata uang Yen dan Swiss Franc menguat sebagai alternatif.

Dollar Index : 95.07 turun dari 95.23

Ketegangan antara Saudi dan Amerika terkait jurnalis Jamal Kashoggi membuat harga minyak naik 44 cent. Selain itu supply menunjukkan bahwa Korea Selatan telah menghentikan impor minyaknya dari Iran.

WTI : USD USD 71.78 per barrel naik +44 cent dari 71.34

Komoditas Naik : minyak, emas, timah, gandum

Komoditas Turun : batubara, nikel, CPO, karet

Potensi Aktif : MEDC ELSA PSAB TINS

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Senin 15 Oktober 2018 

  • IHSG 5727.256 turun -29.234 point atau -0.50% High : 5816.043 Low : 5725.580
  • Net Buy  Asing :  + IDR 340.1 MIlyar naik dari net sell – IDR 1.196 Miliar 
  • Value Perdagangan : IDR 6.353 Trilyun turun dari IDR 7.418 Trilyun
  • Volume Perdagangan : 88,1 juta lot naik dari 77.6 juta lot t
  • Sektor Melemah  :  CONSUMER, BASIC-IND, MISC-IND, INFRA, MANUFACTURE, AGRI, TRADE,PROPERTY,  MINING
  • Sektor Menguat :  FINANCE

Index pada perdagangan kemarin volatile, session 1 market sempat menguat ke level 5816 dan berada diatas resisten EMA7 nya. Namun sentimen global yang negatif serta masih tingginya pertumbuhan impor membuat market terkoreksi pada session 2 walaupun Asing melakukan aksi belinya senilai 340 milyar.

Hari ini index terkonsolidasi secara teknikal setelah kemarin tidak membentuk low yang baru dari hari Jumat. Surplusnya ekspor impor bulan September bisa menjadi salah satu katalis positif disamping terkonsolidasinya yield surat utang dan turunnya Dollar Index.

Ini diharapkan menjadi faktor  yang membuat Dollar menjadi lebih jinak terhadap Rupiah sehingga tidak menjadi sentimen negatif.

Naiknya harga minyak dapat menjadi faktor yang baik untuk saham yang berkorelasi positif seperti ELSA

Saham kelompok FINANCE bisa menjadi perhatian disamping MISC-IND dan INFRA

Tone dan Manner perdagangan hari ini :  Market Terkonsolidasi, Jinaknya Dollar & Surplus Perdagangan Menjadi Katalis Positif

Potensi Pergerakan Index : 5706-5876

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : BBCA BULL NASA RBMS TOWR  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : RBMS SMCB GMFI DILD ESSA GDST NASA ASMI   (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Jangan Percaya HOAX.

TETRA is NO HOAX untuk urusan analisa saham.

Gunakan kode diskon : NOHOAX untuk mendapatkan potongan harga 30% layanan TETRA PRIME

IDX Direction 15 Okt 2018 : Uji Area Resisten EMA7, Potensi Penguatan Terbatas Melihat Perkembangan Rupiah

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global menutup perdagangan akhir pekan dengan kenaikan di semua indexnya. Setelah mulai meredanya sentimen yield surat utang Amerika dan dimulainya musim laporan keuangan emiten.

3 emiten perbankan besar merilis laporan keuangannya : Citigroup, JP Morgan dan Wells Fargo. Citi dan Wells naik +2.1% dan +1.3%, sedangkan JP Morgan terkoreksi -1.1%.

Untuk Quarter 3 ini analyst memproyeksikan saham saham di S&P500 akan mengalami rataan pertumbuhan laba +19%.

Selama sepekan DOW dan S&P terkoreksi lebih dari -4% sedangkan Nasdaq terkoreksi -3.7%. Pelemahan ini menjadi yang terburuk sejak Maret 2018. Untuk S&P ini adalah penurunan 3 pekan berturut-turutnya sejak Juni 2016

DOW : 25339.99 naik +287.16 point atau +1.15%

S&P500 : 2767.13 naik +38.76 point atau +1.42%

NASDAQ : 7496.89 naik +167.83 point atau +2.29%

Yied surat utang Amerika 10 tahun mengalami penguatan seiring dengan reboundnya Wall Steet.

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.158% naik dari 3.146%

Dollar Amerika menguat seiring dengan penguatan di Wall Street dan ekspketasi bahwa ekonomi Amerika akan terus membaik melihat dari mulai rilisnya laporan keuangan emiten.

Dollar Index : 95.23 naik dari 95.02

Harga minyak naik tipis seiring dengan penguatan di Wall Street. Sepanjang pekan harga minyak terkoreksi -4%. Hal ini sejalan dengan outlook demand yang berpotensi melambat.

WTI : USD 71.34 per barrel naik dari USD 70.97

Komoditas Naik : minyak, batubara, CPO, gandum

Komoditas Turun : emas, nikel, timah, karet

Potensi Aktif : MEDC ELSA PTBA ITMG HRUM ADRO LSIP AALI

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Jumat 12 Oktober 2018

  • IHSG 5756.490 Naik +56.6680 point atau +0.94% High : 5788.680 Low : 5722.487
  • Net Sell  Asing :  – IDR 1.196 Miliar naik dari – IDR 1.188 Miliar
  • Value Perdagangan : IDR 7.418 Trilyun turun dari IDR 7.429 Trilyun
  • Volume Perdagangan : 77.6 juta lot turun dari 112.3 juta lot
  • Sektor Melemah  :  CONSUMER
  • Sektor Menguat :   BASIC-IND, MISC-IND, INFRA, FINANCE , MANUFACTURE, AGRI, TRADE,PROPERTY,  MINING

Index  pada perdagangan Jumat rebound setelah sentimen penurunan yield dan Dollar memberikan katalis untuk index memantul dari area support 5692-5706. Investor asing memanfaatkan rebound ini untuk melakuan profit taking dengan net sell Rp 1.19 Triyun

Index hari ini mencoba untuk lanjutkan penguatan masuk kembali ke area EMA7 5777.

Sentimen global yang positif setelah 3 index utama bursa di New York menguat dapat menjadi katalis positif. Namun potensi kenaikan ini akan menjadi terbatas bila Rupiah kembali melemah terhadap Dollar Amerika serta menguatnya harga minyak mentah dunia

Belum adanya sentimen positif dalam negeri membuat pergerakan index lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen Dollar vs Rupiah.

Saham saham kelompok MINING dan AGRI dapat diperhatikan seiring dengan kenaikan harga komoditasnya. Saham INFRA, PROPERTY dan BASIC-IND juga dapat dimasukkan dalam Sektor Watch hari ini

Tone dan Manner perdagangan hari ini :  Potensi Uji Resisten EMA7 Dibayangi Oleh Sentimen Dollar vs Rupiah

Potensi Pergerakan Index : 5720-5790

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : ELSA FINN INTP ISSP SSMS TLKM   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : SMC ISSP FINN GMFI MAMI CLEO IMAS SOCI ARMY BULL FIRE  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Jangan Percaya HOAX. TETRA is NO HOAX untuk urusan analisa.

Gunakan kode DISKON : NOHOAX untuk mendapatkan potongan harga 30% untuk semua layanan TETRA PRIME.

IDX Direction 12 Oktober 2018 : Penurunan Semakin Terbatas dan Berpotensi Tech Rebound

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global melanjutkan koreksinya semalam setelah 3 index utama terkoreksi bersamaan. Selama dua hari DOW terkoreksi lebih dari -1300 point dengan sentimen yang berbeda. Seiring dengan terjadinya penurunan yield dan pelemahan harga minyak : saham saham Financial dan Energy menjadi dua sektor yang paling dalam menyumbang penurunan.

S&P telah terkoreksi selama 6 hari berturut turut dan telah terkoreksi -6% selama sebulan dan hanya 2% dari level tertinggi di 2018.

Harapan terjadinya rebound bisa terjadi pada perdagangan Jumat  saat dua saham bank besar JP Morgan Chase & Citigroup akan menyampaikan laporan keuangannya.

DOW : 25052.83 turun -545.91 point atau -2.13%

S&P 500 : 2728.37 turun -57.31 point  atau -2.06%

NASDAQ : 7329.06 turun -92.99 point atau -1.25%

Yied surat utang Amerika 10 tahun melemah setelah data Inflasi (Consumer Price Index) berada dibawah konsensus +0.2% dan data klaim pengangguran sedikit naik diatas ekspektasi.

Hal ini membawa yield turun dan makin menjauh dari  level 3.2%

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.146% turun dari 3.163%

Tidak tercapainya target CPI +0.2% di September membuat nilai Dollar melemah terhadap beberapa mata uang dunia.

Dollar Index : 95.02 turun dari 95.54

Harga minyak melemah -3% setelah data inventory minyak mentah Amerika meningkat +6 juta barrel dari ekspektasi kenaikan +2.6 juta barrel.

WTI : USD 70.97 turun -3% atau USD 2.83

Komoditas Naik : emas, timah

Komoditas Turun : minyak, batubara, nikel, gandum, karet

Potensi Aktif : TINS PSAB ANTM

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Kamis 11 Oktober 2018

  • IHSG 5820.668 naik +23.878 point atau +0.41% High : 5832.928 Low : 5798.743
  • Net Sell  Asing :  – IDR 1.188 Miliar naik dari IDR 574 milliar
  • Value Perdagangan : IDR 7.44 Trilyun naik dari IDR 6.04 Trilyun
  • Volume Perdagangan : 147.4 juta lot naik dari  94.6 juta lot
  • Sektor Melemah  :  BASIC-IND, MISC-IND, CONSUMER, INFRA, FINANCE , MANUFACTURE, AGRI, TRADE,PROPERTY,  MINING
  • Sektor Menguat :   Tidak ada

Index  pada perdagangan Kamis terkoreksi mengikuti sentimen negatif dari global. Semua sektor melemah dan terkoreksi  dan investor asing menggandakan net sell nya diatas 1 Trilyun

Sama seperti kemarin. Hari ini index kembali dipersimpangan jalan.

Turunnya yield obligasi, terkoreksinya Dollar Index dan turunnya harga minyak diharapkan bisa menjadi katalis bagi bursa saham dalam negeri.

Bila Dollar diperdagangkan dibawah level 15200 maka akan menjadi “vitamin” bagi makro ekonomi Indonesia yang akan berimbas pada penguatan bursa.

Kalaupun terjadi penurunan hari ini akan terbatas mengingat kemarin sudah terjadi rejection di area 5706-5672 dan tertahan disekitar area Bolinger Band dan Support 5706.

Saham saham CONSUMER dan FINANCE bisa menjadi pertimbangan untuk diperhatikan hari ini.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Penurunan Akan Terbatas, Ada Potensi Tech Rebound 

Potensi Pergerakan Index : 5730-5835

SAHAM WATHCLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : Tidak ada   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : FPNI MASA SMCB IIKP KPIG  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

 

Kini saatnya akses Stock Pick, Ulasan Sentimen Global Komoditas , Review Potensi IDX dan Konsultasi Analisa Saham  secara personal melalui Aplikasi.

Semuanya GRATIS di TETRA X CHANGE.  Download sekarang http://bit.ly/DownloadTXC

 

IDX Direction 11 Okt 2018 : Tarik Ulur Sentimen Potensi Membuat Market Over Psikologis

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global ditutup terkoreksi tajam dan diluar ekspektasi para trader setelah 3 index utama turun lebih dari -3%. Saham saham teknologi mengalami penurunan paling dalam -4.08%. 2 komponen utama DOW berbasis teknologi Microsoft dan Intel turun -3.5%/ S&P500 telah terkoreksi selama 5 hari berturut dan memasuki bearish.

Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Februari 2018 saat DOW terkoreksi -1175 point pada 5 Feb 2018.

Kekhawatiran akan naiknya suku bunga, serta kemungkinan rilis laporan keuangan Q3 yang kurang impresif  dan melemahnya saham saham unggulan NASDAQ seperti Amazon-6.2%. Netflix -8.4%. FB & Apple -4%membuat penurunan kemarin dirasakan cukup menghentak market dan akan mengirim signal negatif ke bursa Regional

DOW : 25598.74 turun -831.83 point atau -3.15%

S&P500 : 2785.68 turun -94.66 point atau -3.29%

NASDAQ : 7422.05 turun -315.97 point atau -4.08%

Yied surat utang Amerika 10 tahun melemah setelah  terjadi penjualan yang cukup besar di Wall Street yang meyebabkan DOW terkoreksi -800 point. Investor menarik diri sementara dari pasar saham dan mencari ‘aman’ pada assets obligasi dan surat utang

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.163% turun dari 3.206%

Euro dan Pound menguat setelah optimis akan terjadi kesepahaman antara EU dan Inggris tentang syarat syarat Brexit. Dollar Index sebagai indikator USD terhadap 6 mata uang dunia terkoreksi setelah USD melemah mengikuti turunnya yield surat utang Amerika

Dollar Index : 95.54 turun dari 95.67

Harga minyak melemah -2/4% dibayangi kekhawatiran yang terjadi di Wall Street. Selain itu riset IMF yang mendowngrade pertumbuhan ekonomi global 2018-2019 diperkirakan akan mempengaruhi demand terhadap bahan bakar minyak

WTI : USD 73.17 per barrel turun -2.4% atau USD 1

Komoditas Naik : emas, timah

Komoditas Turun : minyak, batubara, nikel, gandum, karet

Potensi Aktif : TINS PSAB ANTM

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Rabu 10 Oktober 2018

  • IHSG 5820.668 naik +23.878 point atau +0.41% High : 5832.928 Low : 5798.743
  • Net Sell  Asing :  – IDR 574 milliar naik dari – IDR 300 milliar
  • Value Perdagangan : IDR 7.44 Trilyun naik dari IDR 6.04 Trilyun
  • Volume Perdagangan : 147.4 juta lot naik dari  94.6 juta lot
  • Sektor Melemah  :  BASIC-IND, MISC-IND
  • Sektor Menguat :   CONSUMER, INFRA, FINANCE & MANUFACTURE, AGRI, TRADE,PROPERTY,  MINING

Index pada perdagangan Rabu melanjutkan penguatannya setelah Selasa melanjutkan penguatan dan dibuka gap up setelah nilai tukar Dollar terhadap Rupiah mulai stabil. Hanya dua sektor melemah yaitu BASIC & MISC-IND. Kenaikan kemarin digunakan oleh investor asing untuk melakukan take profit dengan net sell IDR 574 milliar

Hari ini index berada di persimpangan jalan : ada 4 katalis positif dan 1 sentimen negatif.

4 katalis positif : turunnya yield surat utang Amerika, melemahnya USD, turunnya harga minyak serta kenaikan BBM non subsidi dalam negeri

1 sentimen negatif : turunnya bursa global yang dipicu oleh koreksi saham saham teknologi FAANG (FB Amazon Apple Netflix Google)

Mengekor pembukaan Regional ada potensi index akan mengalami over psikologi dengan penurunan untuk menutup gap kemarin dan uji kembali area support 5730-5705. Namun kemudian akan berangsur pulih di session 2.

Saham kelompok CONSUMER, TRADE dan INFRA bisa menjadi perhatian kembali hari ini

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Ada Kecenderungan Over Psikologis Menyikapi Penurunan Bursa Global

Potensi Pergerakan Index : 5730-5835

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  BGTG BRPT GJTL INCO INDY INTP JSMR KAEF KREN LCGP PGAS PTPP TRAM VIVA WSBP  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : SMCB GMFI FPNI GJTL DOID PTPP BGTG MAIN POLY KAEF WSBP INDY (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Kini saatnya akses Stock Pick, Ulasan Sentimen Global Komoditas , Review Potensi IDX dan Konsultasi Analisa Saham  secara personal melalui Aplikasi.

Semuanya GRATIS di TETRA X CHANGE.  Download sekarang http://bit.ly/DownloadTXC

IDX Direction 10 Okt 2018 : Optimisme IMF Ekonomi Kuat Menjadi Katalis Positif

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global ditutup mixed pada perdagangan awal pekan. DOW dan S&P melemah sedangkan NASDAQ menguat tipis dan cenderung flat. Kenaikan yield treasury 10 tahun membuat Wall Street mengalami session trading yang volatile dengan DOW mengalami rentang pergerakan 200 point sepanjang hari sebelum ditutup -0.21%.

Pergerakan yield yang sempat ke level tertinggi sejak 2011 membuat nervous para pelaku pasar, sebelum akhirnya terkoreksi. Pernyataan The FED Chairman bahwa kebijakan moneter masih jauh dari netral mengindikasikan masih ada potensi kenaikan suku bunga acuan ke depan.

DOW : 26430.57 turun -56.21 point atau -0.21%

S&P 500 : 2880.34 turun -4.09 point atau -0.14%

NASDAQ : 7738.02 naik +2.07 atau +0.03%

Yied surat utang Amerika 10 tahun melemah setelah sempat menyentuh level tertingginya di 3.25% sebelum akhirnya terkoreksi ke 3.206%

Kekhawatiran yield yang tinggi dapat memicu sektor rill mengalami pelambatan termasuk tingginya bunga KPR yang telah mencapai level diatas 5%

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.206% turun dari 3.233%

Mengikuti turunnya yield surat utang, USD melemah dari level tertinggi selama 7 pekan. Dollar Index terhadap 6 mata uang lain turun -0.1%

Dollar Index : 95.67 turun dari 95.75

Harga minyak naik 67 cent setelah data menunjukkan telah terjadi penurunan ekspor minyak selama pekan pertama Oktober di bawah 1 juta barrel per hari. Selain itu mulai waspadanya kondisi anjungan minyak di Teluk Mexico karena Badai Michael membuat 324.000 barrel minyak tidak dapat dieksploitasi.

WTI : USD 74.96  per barrel naik 67 cent atau mendekati +1%

Komoditas Naik : minyak, emas, timah nikel, CPO, karet, gandum

Komoditas Turun : batubara

Potensi Aktif : ELSA MEDC TINS PSAB ANTM INCO AALI LSIP KMTR

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Selasa 9 Oktober 2018

  • IHSG 5761.073 naik +29.138 point atau +0.50% High 5794.432 Low : 5728.638
  • Net Sell  Asing :  – IDR 300 milliar turun dari – IDR 900 miliar
  • Value Perdagangan : IDR 6.04 Trilyun turun dari IDR 6.90 Trilyun   
  • Volume Perdagangan : 94.6 juta lot turun dari  129.64 juta
  • Sektor Melemah  :  MINING
  • Sektor Menguat :  BASIC-IND, CONSUMER, INFRA, FINANCE & MANUFACTURE, AGRI, TRADE,PROPERTY, MISC-IND

Index pada perdagangan Selasa melanjutkan penguatan kembali dan sedikit berada diatas resisten 5792. Hampir semua sektor menguat kecuali MINING dan AGRI yang masih tertekan di harga komoditasnya. Net Sell Asing berkurang tajam dari 3 hari sebelumnya yang selau diatas 900 milyar.

Hari ini index mendapatkan 3 katalis :  turunnya yield surat utang Amerika, mulai stabilnya USD dari level tertinggi selama  7 pekan serta komentar IMF bahwa ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi tekanan ekonomi global.

Walaupun Rupiah telah melemah – 10% namun terhadap mitra dagang utama penurunnya hanya pada level-  4%. Selain itu optimisme dari IMF bahwa pertumbuhan ekonomi bertahan pada level 5.1% masih jauh lebih baik dibandingkan dengan negara berkembang yang lain

Saham kelompok MANUFACTURE, MISC-IND, BASIC-IND,  CONSUMER, FINANCE  masih tetap bisa menjadi perhatian hari ini disamping potensi saham MINING dan AGRI yang mengalami kenaikan harga komoditas

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Optimisme IMF Bahwa Ekonomi Indonesia Stabil Bisa Dukung Penguatan Lanjutan

Potensi Pergerakan Index : 5750-5825

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  CPIN FORZ ICBP SSIA TLKM  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : MASA LEAD DMAS ABBA BRPT SMCB ENRG CTTH SMRA CASA BUMI FIRE   (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Kini saatnya akses Stock Pick, Ulasan Sentimen Global Komoditas , Review Potensi IDX dan Konsultasi Analisa Saham  secara personal melalui Aplikasi.

Semuanya GRATIS di TETRA X CHANGE.  Download sekarang http://bit.ly/DownloadTXC

IDX Direction 9 Okt 2018 : Setelah Tech Rebound, Index Masih Potensi Uji 5770-5815

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global ditutup mixed pada perdagangan awal pekan. DOW menguat, S&P flat dan NASAQ melemah. Naiknya DOW mengakhiri  3 hari penurunan berturut setelah ada kenaikan dari saham Walgreens. Namun kenaikan menjadi terbatas karena masih tingginya yield surat utang Amerika yang mencapai level tertinggi selama 7 tahun.

Saham saham teknologi kembali lanjutkan pelemahan setelah 2 komponen utama NASDAQ Amazon dan Netflix turun -1/3% dan -0.6%

Hal yang akan ditunggu pekan ini adalah dimulainya Earning Season untuk Q3 2018 dengan ekspektasi analis rataan profit tumbuh 19.2%.  Saham saham bank berkapitalisasi besar seperti Citigroup, JP Morgan Chase dan Wells Fargo akan mengawali laporan nya dalam minggu ini.

DOW : 26846.78 naik +39.73 point atau +0.15%

S&P500 : 2884.43 turun -1.14 point atau -0.04%

NASDAQ : 7735.95 turun -52.50 point atau -0.67%

Walaupun penciptaan lapangan kerja selama September turun dibandingkan ekspektasi 185ribu namun turunnya angka pengangguran dan naiknya upah menjadi momentum kenaikan yield surat utang ke level tertinggi selama 7 tahun.

Hari Senin market tutup untuk peringatan Columbus Day.

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.233% (market tutup)

Masih terjadinya perbedaan pendapat antara pimpinan EU dengan Italy terhadap budget dan deficit yang ditargetkan telah membuat Euro turun ke level terendah selama 7 pekan. Pound melemah terhadap USD setelah trader merealisasikan keuntungan dari kenaikan pasca optimisme terhadap Brexit yang akan berjalan lancar.

Dollar Index : 95.75 naik dari 95.62

Harga minyak terkoreksi 5 cent setelah market mencermati kembali rencana paket stimulus dari sentral bank China yang diharapkan bisa membantu peningkatan ekonomi dan permintaan terhadap minyak mentah. Data menunjukkan setiap terjadi penurunan suku bunga di China, meningkatkan demand minyak.

WTI : USD 74.28 per barrel turun 5 cent

Komoditas Naik :

Komoditas Turun : minyak, batubara, CPO, karet, emas, timah, nikel, gandum

Potensi Aktif : ICBP

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Senin 8 Oktober 2018

  • IHSG 5761.073 naik +29.138 point atau +0.50% High 5794.432 Low : 5728.638
  • Net Sell  Asing :  – IDR 900 miliar turun dari –  IDR 1.262 Miliar
  • Value Perdagangan : IDR 6.90 Trilyun turun dari IDR 7.19 Trilyun 
  • Volume Perdagangan : 129.64 juta lot turun dari 144.06 juta lot
  • Sektor Melemah  :  AGRI, MINING, TRADE,PROPERTY, MISC-IND
  • Sektor Menguat :  BASIC-IND, CONSUMER, INFRA, FINANCE & MANUFACTURE

Index pada perdagangan Senin mengalami technical rebound setelah 5 hari berturut terkoreksi sepanjang pekan lalu. Kenaikan saham kelompok CONSUMER dan MANUFACTURE menjadi pendorong utama index pada saat terjadi koreksi dari saham saham berbasis komoditas MINING dan AGRI. Net sell asing berkurang signifikan sehingga mengurangi pressure perdagangan kemarin.

Index telah masuk kembali ke dalam Bollinger Band nya setelah kemarin terjadi technical rebound. Ada potensi index lanjutkan penguatan untuk uji area resisten 5770-5815 walaupun dibayangi masih menguatnya USD terhadap Rupiah.

Turunnya harga komoditas minyak diharapkan dapat membantu mengurangi pressure sementara walaupun dalam outlook nya kecenderungan harga minyak relatif meningkat.

Pasar global yang mixed menanti keluarnya laporan keuangan kuartal 3 diharapkan bisa menjadi stimulus ekstra untuk regional dan lokal hari ini.

Saham kelompok CONSUMER, MANUFACTURE dan INFRA dapat menjadi perhatian hari ini disamping kelompok TRADE

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Setelah Rebound, Index Uji Area Resisten 5770-5815

Potensi Pergerakan Index : 5700 – 5815

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : ANTM CTRA EXCL GGRM HMSP IKAI ITMG KLBF KOBX LPPF MAPI SMGR TARA TINS TOPS   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : KOBX IKAI INDS  PNBN SHIP NIKL PNLF SMGR ESSA TOPS    (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart dan action plan dapat dilihat pada Aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA 

ANNOUNCEMENT TETRA

Kini saatnya akses Stock Pick, Ulasan Sentimen Global Komoditas , Review Potensi IDX dan Konsultasi Analisa Saham  secara personal melalui Aplikasi.

Semuanya GRATIS di TETRA X CHANGE.  Download sekarang http://bit.ly/DownloadTXC

 

IDX Direction 8 Okt 2018 : Index Telah Terkoreksi 5 Hari Berturut, Berpotensi Tech Rebound

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global mengakhiri pekan dengan penurunan tajam setelah yield surat utang 10 tahun Amerika menguat ke level tertinggi sejak tahun 2011. Sepanjang pekan 3 index utama Amerika terkoreksi mendekati -1% dan menjadi performansi terburuk sepekan semenjadi September 2018. Turunnya angka pengangguran ke level terendah sejak 1969 dan meningkatnya upah +2.8% menjadi signal ekonomi yang semakin membaik.

Naiknya yield ini telah memberikan sentimen negatif untuk saham saham property -0.8% dan saham negara berkembang yang turun -4.89% selama sepekan.

DOW : 26447.05 turun -180.43 point atau -0.68%

S&P 500 : 2885.57 turun 16.04 atau -0.55%

NASDAQ : 7788.45 turun -91.06 point atau -1.16%

Walaupun penciptaan lapangan kerja selama September turun dibandingkan ekspektasi 185ribu namun turunnya angka pengangguran dan naiknya upah menjadi momentum kenaikan yield surat utang ke level tertinggi selama 7 tahun.

Hari Senin market tutup untuk peringatan Columbus Day.

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.233% naik dari 3.187%

Dollar melemah menyusul NFP (non farm payroll) dibawah ekspektasi analis, selain itu pertumbuhan upah yang hanya +0.3% atau 8 cent per jam, dibawah ekspektasi analis +0.5%

Dollar Index : 95.62 turun dari 95.79

Perdagangan minyak sepanjang pekan kemarin ditutup naik 1 cent sehingga menutup rally sepekan +1.5% dibandingkan akhir September 2018.Membaiknya ekonomi Amerika menjadi tanda bahwa kenaikan harga energi masih belum berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumen.

WTI : USD 74.34 per barrel naik 1 cent

Komoditas Naik : emas, timah, nikel, gandum

Komoditas Turun : minyak, batubara, CPO, karet

Potensi Aktif : ANTM PSAB TINS INCO ICBP

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Jumat 5 Oktober 2018

  • IHSG 5731.935 turun 24.684 point atau -0.42% High : 5758.270 Low : 5706.399
  • Net Sell  Asing :  – IDR 1.262 Miliar naik dari – IDR 1.1164 Miliar
  • Value Perdagangan : IDR 7.19 Trilyun turun dari IDR 8.36 Trilyun 
  • Volume Perdagangan : 144.06 juta lot naik dari 111.28 juta lot n
  • Sektor Melemah  :  BASIC-IND,  CONSUMER, MANUFACTURE,PROPERTY, MISC-IND, INFRA, FINANCE
  • Sektor Menguat :  AGRI, MINING, TRADE

Index pada hari Jumat kembali terjadi koreksi dan menutup 5 hari berturut-turut penurunannya. Sepanjang pekan pertama Oktober 2018 index telah terpangkas -4.09% dengan value perdagangan IDR 34.87 Trilyun. Penurunan ini inline dengan penurunan emerging market sebesar -4.89% dan masih derasnya dana keluar asing dari bursa Indonesia

Index telah keluar dari lower BB di 5742 dan berpotensi terjadi technical rebound.

Nilai tukar Dollar terhadap Rupiah tetap menjadi katalis utama dalam perdagangan hari ini.

Pembukaan Sidang Tahunan IMF – World Bank di Bali hari ini menjadi salah satu headline yang perlu diperhatikan  khususnya mengenai bagaimana Indonesia bisa menghadapi tantangan ekonomi kedepan pasca membaiknya ekonomi Amerika dan Perang Dagang.

Kelompok saham TRADE, MINING dan AGRI bisa menjadi fokus disamping saham CONSUMER dan MANUFACTURE

Potensi pergerakan index : 5680-5785

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : 5 Hari Berturut Turun, Index Potensi Technical Rebound

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : INCO UNTR   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : MASA DYAN DOID BAPA BULL    (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

ANNOUNCEMENT TETRA

Kini saatnya akses Stock Pick, Ulasan Sentimen Global Komoditas , Review Potensi IDX dan Konsultasi Analisa Saham  secara personal melalui Aplikasi.

Semuanya GRATIS di TETRA X CHANGE.  Download sekarang http://bit.ly/DownloadTXC

CHART PENDUKUNG

IDX Direction 5 Okt 2018 : Index Turun Over Psikologis, Penguatan Dollar Jadi Penentu Gerak IHSG

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global ditutup melemah, bahkan penurunan DOW -200 point adalah yang terburuk sejak 2 bulan terakhir. Hal ini karena yield surat utang 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2011 diatas 3.2%. DOW sempat menyentuh level penurunan -356 point sebelum memantul kembali, Saham saham Telekomunikasi dan Technology turun paling dalam dibawah -1.5%. NASDAQ turun -1.8% dan berada dibawah level 8000 setelah saham FB, Netflix dan Alphabet turun dibawah -2%

DOW : 26627.48 turun -200.91 point atau -0.75%

S&P 500 : 2901.61 turun -23.90 point atau -0.82%

NASDAQ : 7879.51 : turun -145.57 point atau -1.81%

Yield surat utang Amerika mencapai level tertinggi sejak May 2011 setelah investor mulai berspekulasi bahwa dengan semakin kuatnya data ekonomi akan mendorong inflasi dan kenaikan suku bunga.

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.187% naik dari 3.157%

Terus keluarnya data ekonomi yang menunjukan penguatan tenaga kerja dan bisnis jasa di Amerika membuat dollar mendekati level tertinggi selama 6 pekan. Market masih menunggu keluarnya data Kementrian Tenaga Kerja tentang Non Farm Payroll yang akan keluar hari ini.

Dollar Index : 95.79 naik dari 95.76

Harga minyak WTI mengalami koreksi -2.7% sertelah mencapai level tertinggi selama 4 tahun. Market melakukan profit taking setelah data inventory minyak Amerika naik ke level 8 juta barrrel serta komitmen Menteri Energi Saudi untuk memompa lebih banyak minyak untuk menjaga supply dunia bila sanksi Amerika terhadap Iran mulai berjalan di November

WTI : USD 76.41 per barrel naik USD 1.18 atau +1.6%

Komoditas Naik : emas, CPO, karet

Komoditas Turun : minyak, batubara, timah,nikel

Potensi Aktif : ANTM PSAB AALI LSIP TBLA

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Kamis 4 Oktober 2018

  • IHSG 5756.619 turun -111.118 point atau -1.89% High : 5847.599 Low : 5742.308
  • Net Sell  Asing :  – IDR 1.1164 Miliar naik dari – IDR 242 Miliar
  • Value Perdagangan : IDR 8.36 Trilyun naik dari IDR 5.382 Trilyun   
  • Volume Perdagangan : 111.28 juta lot naik dari 89.62 juta lot
  • Sektor Melemah  :  BASIC-IND,  CONSUMER, TRADE,  MANUFACTURE,PROPERTY,AGRI, MINING, MISC-IND, INFRA, FINANCE
  • Sektor Menguat :  tidak ada

Index pada hari Kamis terkoreksi tajam hingga mencapai -2% intraday setelah penguatan Dollar mendekati Rp 15190. Market mengalami over psikologi dengan keluarnya investor asing melakukan net sell IDR -1.1 Trilyun atau 5x lipat dari hari Rabu. Hal ini membuat koreksi index telah  menembus 3 level support 5850-5815-5770 dan tertahan di lower bolinger 5752 nya.

Hari ini index mengalami pressure mengingat makin tingginya yield surat utang Amerika yang mencapai level tertinggi sejam 2011. Dollar masih menunggu data NFP yang akan keluar malam ini dan ekspektasi bahwa ekonomi Amerika terus bertumbuh. Turunnya harga minyak diharapkan bisa membantu biaya energi dalam negeri tidak membebani anggaran negara untuk impor.

Salah satu harapan secara teknikal adalah index bisa memantul dari Lower Bollinger 5752 yang bila tidak terjadi hari ini akan terjadi hari Senin.

Kelompok saham MINING, AGRI, INFRA dan MISC-IND bisa menjadi perhatian khususnya yang berorientasi ekspor dengan income valuta asing

Potensi pergerakan index : 5612-5821

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Index Turun Over Psikologis, Penguatan Dollar Tetap Menjadi Penentu Gerakan Index

SAHAM WATHCLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : BAJA WOOD    (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : BAJA MASA SRIL BWPT BIRD KRAS   (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

ANNOUNCEMENT TETRA 

TETRA akan hadir pada acara #INVESTIVAL2018 yang akan dimulai hari ini hingga   7 Oktober 2018 di Summarecon Mall Bekasi

 

Datang dan ajak kerabat kalian ke #INVESTIVAL2018 buat buktikan kalau Investing is EASY! Akan ada Pameran Saham & Reksa Dana, Talk Show dan doorprize buat kalian yang beruntung. Acara ini GRATIS & tanpa registrasi

 

CHART PENDUKUNG

IDX Direction 4 Okt 2018 : Naiknya Minyak dan Menguatnya Dollar Bisa Batasi Pergerakan Index

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global ditutup menguat mengikuti ekspektasi makin menguatnya ekonomi Amerika setelah 2 indikator dirilis semalam. Data ADP menunjukkan penambahan jumlah tenaga kerja selama September naik 230,000 dari ekspektasi 185,000. Selain itu data aktivitas bisnis  ISM-Non Manufacture juga menguat ke 65.2 dari ekspektasi 60.2.

Naiknya dua indikator ini membuat bursa merespon positif khususnya sektor Finansial.

Namun kenaikan 500 saham S&P  tidak bisa tinggi  bahkan tergerus setelah muncul  kekhawatiran bila suku bunga akan memukul sektor Consumer, Utilitas dan Real Estate.

DOW : 26828.39 naik +54.45 point atau +0.20%

S&P 500 : 2925.51 naik +2.08 atau +0.07%

NASDAQ : 8025.08 naik +25.54 atau +0.32%

Yield surat utang Amerika mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014 setelah keluarnya data mengenai pertumbuhan ekonomi dari sektor tenaga kerja yang impresif, disamping darta business jasa yang menguat dari data Institute for Supply Management

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.157% naik dari 3.067%

Ekspektasi bahwa ekonomi yang terus membaik dan the FED akan tetap pada rencana stabilisasi moneter di Amerika untuk menjaga inflasi membuat US Dollar melanjutkan penguatan terhadap mata uang dunia lain. Euro masih tertekan menunggu babak akhir budget Italy

Dollar Index : 95.76 naik dari 95.51

Harga minyak WTI menguat tajam +1.6% walaupun data inventory minyak Amerika bertambah 8 juta barrel dari ekspektasi hanya 1.8 juta barrel. Sanksi minyak Iran membuat harga minyak mencapai level tertinggi selama 4 tahun terakhir. Kapasitas produksi Saudi  yang sudah mencapai level tertinggi 10.7 juta barrel per hari tidak mampu mendukung supply bila Iran dikenakan sanksi.

WTI : USD 76.41 per barrel naik USD 1.18 atau +1.6%

Komoditas Naik : minyak, timah, nikel, CPO

Komoditas Turun : batubara, emas, gandum, karet

Potensi Aktif : MEDC ELSA TINS INCO

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Rabu 3 Oktober 2018

  • IHSG 5867.737 turun -7.882 point atau -0.13% High : 5921.567 Low : 5848.162
  • Net Sell  Asing :  – IDR 242 Miliar naik dari – IDR 98.7 Milyar  t
  • Value Perdagangan : IDR 5.382 Trilyun turun dari IDR 7.85 Trilyun 
  • Volume Perdagangan : 89.62 juta lot turun dari 118.06 juta lot
  • Sektor Melemah  :  BASIC-IND,  CONSUMER, TRADE,  MANUFACTURE,IROPERTY
  • Sektor Menguat :  AGRI, MINING, MISC-IND, INFRA, FINANCE

Index pada hari Rabu terkoreksi tipis setelah Rupiah masih melanjutkan pelemahan terhadap USDollar. Walaupun sempat berada di level 5920 dan diatas EMA7 nya namun tidak bertahan lama dan sedikit tertahan di support MA20,

Hari ini index masih pada area sideways 5850-5951 dalam rentang yang cukup lebar.

Pressure terhadap anggaran Indonesia seiring dengan naiknya minyak ke level USD 76 per barrel serta Dollar yang mencapai Rp 15140 dapat mempengaruhi pergerakan index hari ini.

Walaupun sentimen global positif : data ekonomi Amerika menguat, Wall Street hijau, harga komoditas yang naik namun pressure pelemahan Rupiah bisa membuat penguatan index terbatas bahkan terkoreksi.

Saham kelompok MINING, AGRI dan INFRA dapat menjadi fokus untuk hari ini

Potensi pergerakan index :  5815-5910

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Sideways Tertahan Support 5867, Pergerakan Index Dipengaruhi Melemahnya Rupiah & Naiknya Minyak Mentah

SAHAM WATCHLIST 

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : ABBA ANTM BBKP INDY ITMG SMGR SONA TRAM UNTR    (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : ESSA PNBN TRAM CLEO SRSN PNLF BCAP IKAI MASA BBKP  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

ANNOUNCEMENT TETRA

INVESTING is EASY

TETRA X CHANGE  Hadir di INVESTIVAL 2018 tanggal 5 – 7 Oktober 2018 bertempat di Summarecon Mall Bekasi

Jangan ketinggalan ya,  dapatkan beberapa penawaran menarik dari TETRA dan pembukaan rekening trading bersama sekuritas mitra TETRA

CHART PENDUKUNG

 

IDX Direction 3 Okt 2018 : Penurunan Kemarin Over Psikologis, Hari Ini Potensi Rebound

SENTIMEN GLOBAL & KOMODITAS

Bursa global  ditutup mixed pada perdagangan hari kedua di bulan Oktober. DOW menguat tajam, S&P flat dan NASDAQ terkoreksi. Efek dari kesepakatan dagang Amerika dan Canada mampu menutup kekhawatiran dari Eurozone terkait wacana Italexit yang disampaikan oleh politisi lokal. Saham Boeing mencapai all time high dan Intel naik +3.5% rebound.

Namun kenaikan ini tidak diikuti oleh sektor teknologi yang terkoreksi setelah 2 saham unggulannya FB dan Amazon turun.

Amazon turun -1.6% setelah kebijakan menaikan upah minimum USD 15 per jam dan FB turun mendekati – 2% karena permasalahan data pengguna yang mengalami breached.

DOW : 26777.93 naik +122.73 point atau +0.46%

S&P 500 : 2923.43 turun -1.16 point atau -0.04%

NASDAQ : 7999.55 turun -0.47% point atau -0.47%

Statetment dari the FED chairman bahwa lembaga ini siap dengan kebijakan yang akan mendukung stabilisasi target inflasi 2%. Bila terjadi percepatan atau pelambatan faktor inflasi telah ada contingency plan yang disiapkan

Surat Utang 10 tahun : Yield 3.067% turun dari 3.085%

Euro melemah -0.2% terhadap USD setelah terjadi ketegangan dalam penyusunan budget Italy yang akan menaikan deficit anggaran mendekati 3%. Kekhawatiran ini juga membuat AUD turun -0.2% terhadap USD. AUD dianggap sebagai barometer mata uang beresiko.

Dollar Index : 95.51 naik dari sebelumnya 95.197

Harga minyak WTI terkoreksi 7 cent menunggu data ekonomi tentang inventory minyak mentah Amerika yang diestimasi naik 1.1 juta barrel. Minyak terus menguat seiring dengan melemahnya pasokan Iran yang telah turun 100.000 barrel per hari.

WTI : USD 75.23 per barrel turun 7 cent

Komoditas Naik : timah, emas, nikel, CPO, gandum & karet

Komoditas Turun : minyak & batubara

Potensi Aktif : TINS ANTM PSAB INCO

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Selasa 2 Oktober 2018

  • IHSG 5875.619 turun -68.982 point atau -1.16% High : 5956.778 Low : 5862.955
  • Net Sell  Asing :  – IDR 98.7 Milyar  turun dari net buy + IDR 377.8 Milyar
  • Value Perdagangan : IDR 7.85 Trilyun naik dari IDR 6.085 Trilyun
  • Volume Perdagangan : 118.06 juta lot naik dari 91.329 juta lot
  • Sektor Melemah  :  AGRI, FINANCE, BASIC-IND,  CONSUMER, TRADE,  MANUFACTURE,INFRA,PROPERTY, MINING,  MISC IND
  • Sektor Menguat :  tidak ada

Index pada hari Selasa terkoreksi karena over psikologi setelah Dollar menyentuh level Rp 15.000. Hal ini diperkeruh dengan kondisi global saat terjadi krisis anggaran di Italy yang menyebabkan market global melemah jelang penutupan Regional dan pembukaan pasar Eropa

Index keluar dari minor uptrend nya dan mengalami sideways.

Hari ini index berpotensi technical rebound untuk menguji kembali area 5910-5933 yang kemarin di-break. Hal ini didukung oleh sentimen turunnya turunnya yield surat utang Amerika dan Dollar Index yang sudah mencapai level tertingginya sehingga potensi koreksi.

Saham Saham sektor CONSUMER INFRA FINANCE dan TRADE dapat menjadi pilihan hari ini. Kelompok MINING khususnya sektor mineral logam bisa jadi pilihan seiring dengan naiknya harga komoditas. .

Potensi pergerakan index : 5850-5933

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Uji Area Resisten 5910-5933 Yang Kemarin Dibreak

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : ASRI CLEO LINK POOL PTPP    (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : CTTH RBMS PNBN CLEO PTBA LEAD MDLN PGAS BAPA AUTO SIDO LINK (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

ANNOUNCEMENT TETRA

Ikuti Workshop Kebebasan Finansial Batch 7 Jakarta   tanggal 13 – 14 Oktober 2018 di hotel Amaris Seasons City.  Tempat sangat terbatas hanya tersedia untuk 25 orang peserta.

Daftar via link berikut  http://bit.ly/TETRABatch7JKT atau via Aplikasi pada menu SMART STEP EVENT

CHART PENDUKUNG