Market Review

IDX Direction 5 Sep 2018 : Rupiah Capai 15ribu, Index Dead Cross Potensi Short Term Downtrend

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global di New York ditutup melemah pada hari perdagangan pertama di bulan September. Masih belum disepakatinya tarif dagang dengan Canada serta kemungkinan implementasi tarif baru dengan China untuk 200 milyar dollar produk impor memicu kekhawatiran. Naiknya saham Amazon ke level 1 Triliun USD market cap tidak mampu membendung turunya harga saham yang berorientasi ekspor, real estate dan telekomunikasi. Pressure terhadap emerging market akibat menguatnya Dollar membuat investor wait and see terhadap dampak lebih lanjut dari krisis mata uang di Turki, Argentina, Afrika Selatan dan India.

DOW : 25952.48 turun -12.34 atau -0.05%

S&P500 : 2896.72 turun -4.80 atau -0.17%

NASDAQ : 8091.25 turun -18.29 atau -0.23%

Yield surat utang Amerika naik tajam setelah data ekonomi baru menunjukkan sektor manufaktur mengalami peningkatan lebih cepat 61.3 dari 58.1 di bulan Juli. Ini adalah pertumbuhan tercepat sejak 2004.  Selama 112 bulan berturut turut ekonomi bertumbuh tanpa penurunan sama sekali.

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.899% atau naiik dari 2.86% 

Dollar lanjutkan penguatan setelah market menjauh dari mata uang emerging market dan cenderung mencari mata uang yang aman seperti Dollar. Index mata uang emerging market yang dikeluarkan oleh JPMorgan menunjukkan level terendah sejak May 2017.

Dollar Index : 95.45 naik +0.31%

Harga minyak melemah setelah data menunjukkan investory minyak Amerika meningkat 754ribu barrel. Penurunan sedikit terhambat setelah ada potensi Topan Gordon yang menyebabkan 2 anjungan minyak di Teluk Mexico di evakuasi, kawasan ini mensupply 17% produksi minyak Amerika

WTI : USD 69.40 atau turun 47 cent

Komoditas Naik :  CPO

Komoditas Turun : minyak, emas, nikel, gandum dan karet

Potensi Aktif : LSIP SIMP AALI TBLA

REVIEW DAN POTENSI IDX HARI INI

Data IHSG Penutupan Selasa 4 September 2018

  • IHSG 5905.301 turun -62.2780 atau -1.04% High 5978.730 dan Low 5889.065
  • Net Sell  Asing : – 428.5 Milyar atau lebih tinggi dari hari sebelumnya – 306 Milyar
  • Value Perdagangan : IDR 5.563 Trilyun lebih tinggi dari hari sebelumnya IDR 4.999 Trilyun
  • Volume  Perdagangan : 89.98 jut alot lebih tinggi dari hari sebelumnya 59.54 juta lot
  • Sektor Melemah  :   AGRI, MINING, BASIC-IND, MISC-IND, PROPERTY, INFRA, FINANCE, TRADE, MANUFACTURE
  • Sektor Menguat : CONSUMER

Melemahnya Rupiah ke level 15000 mendorong index turun -1.04% dan menjadikan market berpotensi Dead Cross untuk short term downtrend. Posisi saat ini berada dibawah level EMA7 dan MA20 sebagai resisten 5974.

Rentang perdagangan hari ini 5870-5959 dan masih berkencedurangan melemah.

Belum adanya langkah riil dari pemerintah penguatan rupiah selain melakukan intervensi di pasar uang menjadi alasan penting untuk wait and see dulu terhadap market hari ini.

Hanya saham sektor CONSUMER yang masih bisa diperhatikan karena overall masih uptrend dan reject terhadap support EMA7 MA20 nya

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Rupiah ke Level 15000, Index Dead Cross untuk Short Term Downtrend

SAHAM WATCHLIST HARI INI

Berapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : SRIL   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade : NASA PTRO SONA SRIL PNLF BJTM MICE WIKA VIVA  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

ANNOUNCEMENT TETRA

Daftarkan Workshop Kebebasan Finansial dari Bursa Saham Batch 7 Jakarta 13-14 Oktober. Crazy Offer sampai dengan tanggal 10 September hanya Rp 999,000. Klik http://bit.ly/TETRABatch7JKT

Gunakan kode diskon EMASGARUDA untuk dapatkan diskon 31% Paket  1bulan dan 3 bulan. Harga menjadi Rp 138.000/bulan saja. Lebih murah. Hingga 7 September 2018.

CHART PENDUKUNG

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *