Market Review, Slide

Market Outlook dan Proyeksi Sektor 2018

Tahun 2018 sudah di depan mata. Banyak investor dan trader yang mulai khawatir mengenai tahun 2018 ini karena dua hal : dari dalam negeri ada sentimen PILKADA serempak  dan dari siklus ada kecemasan mengenai ‘wabah 10 tahun’ yang biasanya menyambangin financial market setelah 1998 ada Krisis Asia, 2008 ada Sub Prime Mortgage.

Bagaimana Market Outlook 2018 menurut TEMAN TRADER ?

  1. Berhati hati terhadap investasi yang kita miliki harus perlu ada, namun jangan dibayang-bayangi oleh kecemasan yang serious karena semua bisa diantisipasi dengan pendekatan analisa teknikal unutk mengetahui Entry dan Exit yang tepat
  2. Beberapa stimulus ekonomi positif justru baru saja terjadi di Dunia dan Indonesia. Pengesahan RUU Reformasi Pajak Korporasi telah memberikan ruang bagi korporasi di Amerika untuk menikmati beban pajak yang lebih ringan hingga penghematan 12%; yang oleh sebagian besar perusahaan akan digunakan untuk meningkatkan belanja pegawai dan investasi baru bagi pengembangan usahanya. Hal ini akan makin menggairahkan ekonomi
  3. Di dalam negeri sendiri dengan dinaikkannya Rating Indonesia dari BBB- menjadi BBB akan membuat pressure biaya resiko utang tinggi akan lebih rendah dan mampu menarik Foreign Direct Investment ke Indonesia

Secara teknikal dalam kondisi market yang sedang uptrend hingga Jumat lalu, IHSG diproyeksikan akan tetap uptrend selama paruh pertama 2018 dan bisa mencapai level 7000 sekitar bulan May 2018

 

 

 

 

 

Untuk masing masing sektor di Bursa Efek Indonesia, berikut ulasan dari team Analyst TEMAN TRADER

MINING

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya ADRO, ITMG, HRUM, ELSA, INCO, DOID, BUMI

Kinerja sektor mining cenderung uptrend setelah mengalami koreksi sejak awal november 2017, dengan di dorongnya comodity yang berpeluang  melanjutkan kenaikannya , sektor mining berpotensi berbalik arah dan melanjutkan trend hingga ke level 1657-1900

PROPERTY

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya BSDE, CTRA, SMRA, PTPP, WSKT, WIKA, ADHI 

Kinerja sektor property cenderung downtrend , mengalami pelemahan sejak pertengahan bulan july hingga pertengahan bulan desember 2017, di dorong dengan kenaikannya saham-saham konstruksi berpotensi berbalik arah hingga awal tahun di level 500.

AGRI

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya AALI, LSIP, BWPT, TBLA, SGRO, UNSP

Kinerja sektor AGRI cenderung downtrend disertai dengan rata rata kinerja yang mengalami koreksi sejak awal tahun 2017 hingga akhir tahun 2017, berpotensi membentuk pola double bottom di area 1496 dan reversal kembali menuju area 1950

 

 

 

CONSUMER

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya UNVR, HMSP, GGRM, AISA

Kinerja Sektor Consumer cenderung uptrend setelah cukup dalam terkoreksi hingga menyentuh level support dan kembali menguat hingga akhir tahun 2017, berpotensi melanjutkan penguatan hingga pertengahan tahun 2018 di level 3000.

 

TRADE

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya SCMA, MNCN, UNTR, AKRA

Kinerja sektor Trade cenderung sideways atau tertahan sejak awal bulan april hingga november 2017, terjadi pelemahan hingga menyentuh level 880. berpotensi mengalami penguatan trend hingga awal tahun di level 930 dan melanjutkan trend hingga 970

 

INFRASTRUCTURE

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya TLKM, ISAT, EXCL,JSMR, INDY, TRAM, SMDR, SOCI

Kinerja  Sektor Infrastructure cenderung downtrend, mengalami pelemahan harga sejak pertengahan Agustus hingga awal Desember, berpotensi melanjutkan penguatan hingga level 1250 jika mampu menembus level 1161.

 

BASIC INDUSTRY

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya INTP, SMGR, INKP, BRPT, TKIM

Kinerja Sektor industri dasar cenderung uptrend disertai dengan rata rata kinerja yang mengalami penguatan sejak awal tahun 2017 hingga akhir tahun 2017, berpotensi melanjutkan penguatan hingga pertengahan tahun 2018 di level 800.

MISC INDUSTRY

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya ASII, AUTO, SRIL, GJTL

Kinerja sektor misc industry cenderung uptrend, mengalami pelemahan harga sejak awal pertengahan bulan april hingga akhir september, berpotensi melanjutkan penguatan hingga pertengahan tahun 2018 di level 1700 jika mampu menembus level 1415.

FINANCE

Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya BMRI, BBCA, BBRI, BBNI

Kinerja Sektor Finance cenderung uptrend setelah sejak awal tahun 2017 hingga akhir tahun 2017,dengan didorongnya lajur pertumbuhan ekonomi yg meningkat dari 5% menjadi 5.1%, sektor finance berpotensi melanjutkan penguatan hingga pertengahan tahun 2018 di level 1180.

Demikianlah keseluruhan Market Outlook dan Proyeksi Sektor IHSG untuk 2018 dengan menggunakan pendekatan Analisa Teknikal

Semoga informasi yang disajikan dapat membantu keputusan investasi dan trading di tahun depan

Selamat berlibur dan Happy New Year

 

Team TEMAN TRADER

 

 

 

 

 

Previous ArticleNext Article

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *