Tips Trading

Money Mgt : Pengaturan Resiko dengan Trading Plan

Saya bertemu banyak teman yang bertanya mengenai resiko trading saham karena informasi yang mereka terima selama ini tentang bursa selalu negatif misalnya mengenai saham saham yang kena suspensi seperti TRAM dan SIAP, saham saham kelompok usaha BAKRIE seperti BNBR, ELTY, BTEL dan DEWA yang selalu diangka 5o perak tanpa pernah diperdagangkan lagi atau saham yang pernah menjadi milik sejuta umat BUMI yang melorot dari 8000 ke kisaran 68 perak saja.

Cerita yang banyak didengar adalah cerita soal kerugian fantastis dan hampir sedikit yang mendengar soal cerita sukses para trader yang berhasil melakukan pengaturan resiko dari trading yang dilakukan. Padahal melakukan trading saham pada prinsipnya adalah melakukan management reward (gain) dan risk (loss)

Sebagaimana yang telah disampaikan dalam posting sebelumnya mengenai jumlah maksimum OP  (open position) atau BUY POSITION (Berapa banyak saham yang ditrading saat OP atau BUY), maka tahapan berikutnya adalah menentukan nilai maksimum LOSS yang dapat kita toleransi dalam perdagangan tadi. Sebagai asumsi dalam perhitungan resiko ini adalah 5% 

Jadi bila kita Open Position sebanyak Rp 10,000,000 maka batas maksimum loss yang dapat ditolerir adalah Rp 500,000 (5% dari Rp 10,000,000)

Sebagai contoh :

Saham JPFA tanggal 26 Agustus 2016 sudah mendekati posisi breakout (saat ini dekat ke resisten 1680). Bila saham ini tanggal 29 Agustus breakout dan ditutup lebih tinggi dari 1680 maka saham tersebut akan menuju target nya di 1700-2050, dengan level support di 1600-1565

2016Aug-Japfa Comfeed Indonesia Tbk.-800x600

Asumsikan kita OP pada harga di 1685 maka jumlah lot yang dapat dibeli dan resiko nya sebagai berikut :

Saham JPFA
Breakout Point                1,680.00
Open Position Price                1,690.00
Maximum Value    10,000,000.00
Buy Lot Max 59
Reward
Target Price 1                1,705.00 0.9%
Target Price 2                2,050.00 21.3%
Risk
Support 1                1,600.00 -5.33%
Support 2                1,565.00 -7.40%
Reward  (TP2) 21.30%
Risk  (S1) -5.33%
Rasio      1 : 4  Good

Bila saham menyentuh level TP2 maka keuntungan yang bisa diperoleh : Rp 2.124.000

Bila saham breakdown dari S1 maka kerugian yang bisa ditolerir : Rp 531.000

Berapa idealnya Reward dan Risk dari sebuah trading ??

Dalam beberapa referensi menyatakan dalam kondisi ideal Reward dan Risk sebuah trading adalah 1 : 3 atau reward yang diberikan 3x dari risk nya. Misalkan peluang saham itu turun dan menyentuh titik stop loss adalah 5% maka idealnya reward yang bisa diperoleh karena kenaikan sahamnya adalah 15%. Namun hal ini bukan lah harga mati karena ada beberapa trader yang bahkan bisa melakukan trading dengan risk 1 : 2.5 atau 1  : 2 , hindari bila risk dan reward nya 1 : 1.

Sebagai ilustrasi di atas saham JPFA memiliki Risk dan Reward yang cukup baik 1 : 4

Namun tidak semua saham memiliki nilai Risk dan Reward seperti ilustrasi JPFA tadi, sehingga sebelum memutuskan untuk melakukan trading siapkan terlebih dahulu  trading plan seperti diatas untuk mengetahui beberapa hal :

  1. Breakout point
  2. Harga Buy
  3. Target Price (TP1 dan TP2)
  4. Support Price (S1 dan S2)
  5. Stop Loss Point

Setelah angka angka tersebut diketahui saya jamin trading akan jauh lebih nyaman karena kita sudah mengetahu peluang gain yang akan didapatkan dan batasan dari loss  yang masih dapat kita tolerir.

Jadi gak perlu setiap detik melihat ticker saham dan jantung berdebar debar karena terlalu excited (bila saham naik) dan terlalu berdebar (ketika saham turun).

Sit and Relax. Enjoy Trading karena sudah memiliki sebuah rencana yang matang. Ingatlah bahwa dalam trading fokus di analisa dan trading plan, eksekusi BUY dan SELL akan mengikuti plan tadi.

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *