Edukasi Saham

Pentingnya Melakukan ANALISA Secara Mandiri

Mengapa penting melakukan sebuah ANALISA ? Apa itu ANALISA ? Kenapa analisa bersifat SUBYEKTIF ?

Semuanya akan kita coba kupas secara singkat dalam materi kali ini

ANALISA adalah sebuah tindakan melakukan evaluasi atas serangkaian data dan informasi dengan tujuan untuk menilai performansi atau kecenderungan dari sebuah instrumen investasi dengan tujuan untuk memproyeksikan performansinya di masa mendatang

Jadi terlihat bahwa INPUT dari sebuah ANALISA adalah serangkaian data dan Iinformasi. OUTPUT nya adalah proyeksi masa depan

INPUT bisa bersumber dari laporan keuangan, data financial, laporan market share, harga sebuah instrumen ataupun volume dan frekuensi dari perdagangan saham

OUTPUT bisa berupa rasio rasio, pertumbuhan dari rasio, proyeksi rasio, chart/gambar dan ekspektasi/proyeksi pergerakan harga saham

Melihat dari proses ini maka ANALISA secara umum (khususnya ANALISA TEKNIKAL) memiliki 3 aktivitas kunci

  1.  Melakukan identifikasi dari harga dan pola yang terbentuk
  2. Melakukan interpretasi atas data
  3.  Menyimpulkan kemungkinan perilaku harga di masa depan

Sebuah ANALISA bersifat SUBYEKTIF karena semua informasi dan data diterjemahkan melalui begitu banyak filter, karakteristik perilaku, dan bias dari pembuat analisa. Sehingga perilaku masa depan yang mungkin timbul

Itulah sebabnya kenapa begitu banyak analisa terhadap sebuah saham berbeda satu sama lain antara analis karena sifat dari analisa yang SUBYEKTIF. Termasuk bagaimana menyikapi kondisi market dan IHSG dalam beberapa waktu belakangan hingga sekarang

Dalam melakukan analisa kita berhadapan dengan dua masalah yang paling sering muncul

Masalah Pertama : Teknik analisa apa yang paling cocok dilakukan terhadap sebuah saham ? (misalnya kita sudah memiliki chart saham)

Masalah Kedua : Indikator mana yang paling cocok dipakai untuk melakukan analisa terhadap sebuah saham ?

Semua ini tergantung kepada SUBYEKTIFITAS si analis yang dipengaruhi oleh level kemampuan, ilmu dan kapasitas yang dimiliki. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang paling benar. Karena semuanya sama sama akan memberikan OUTPUT yang SUBYEKTIF

Contoh bila kita diberikan sebuah CHART POLOS apa yang akan kita lakukan terhadap chart tersebut

 

Untuk analis yang ingin mengetahui trend dari harga saham tersebut, pasti akan melakukan analisa trendline sehingga dapat menyimpulkan kecenderungan harga nya ke depan apakah akan cenderung tetap naik atau tetap turun

Untuk analis yang ingin mengetahui titik awal BUY (entry) dan SELL (exit) secara sederhana mungkin dapat menambahkan MOVING AVERAGES CROSS OVER pada chart tersebut sehingag tahu titik titik tadi ketika harga cenderung naik atau turun

Dengan dua contoh tersebut, banyak cara untuk melakukan analisa tergantung kepada sudut pandang setiap analis. Action mana yang hendak diambil sehingga tidak ada analisa yang benar ataupun salah. Semua tergantung kepada CONTEXT dari si analis (cara pandang, latar belakang, situasi)

Jadi mulailah melakukan analisa secara mandiri dari sekarang, sehingga sesuai dengan tujuan yang hendak kita dapatkan dari analisa tadi. Jangan tergantung 100% kepada informasi yang diberikan oleh analis. Sejauh mungkin lakukan cross checking secara mandiri untuk memvalidasi apakah analisa yang disajikan sudah sesuai dengan tujuan investasi kita.

(Content ini ada pada MINI EDUKASI di Telegram Group Chat TEMAN TRADER, yang dapat diakses melalui http://t.me/tetrachat atau pada channel http://t.me/temantrader)

Sumber Referensi : The Handbook of Technical Analysis : Mark Andrew Lim. Wiley Trading Series 

 

 

 

 

 

Previous ArticleNext Article

2 Comments

  1. Teman trader memang smart,,sekali ikut edukasinya sebenarnya ingin ikut lagi tapi kendala harus keluar negri,,dari rekomendasi bulan january ke maret presiksinya 90 persen benar kenaikan total porto sampai 10 persen bagus bgt buat pemula dari modal 100 jt cuan 22 jt,,sukses selalu tetra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *