Edukasi Saham

Menjadi Kaya Dari Saham : ILUSI atau REALITA ?

Sebelum dimulai saya perkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Diah Amini atau dikenal sebagai Dii. Saat ini menjadi founder BEARxBULL Café di Cawang Jakarat Timur

Awal 2007 pertama kali mengenal dunia saham, mengira bahwa saham ini seperti judi yang di legalkan serta di bentuk sedemikian rupa oleh system kapitalis. Tak hanya itu saham di pikiran saya adalah cara orang kaya untuk melipatkan gandakan uangnya secara cepat. Maklum sebagai anak kampung yang besar di Pantai Utara Jawa Tengah kadang selalu ada pemikiran yang agak nyeleneh when it comes to MONEY and RICH PEOPLE, apalagi kepada mereka yang berada di kota besar metropolitan seperti Jakarta.

Kenapa pemikiran bahwa saham itu jauh lebih cepat efek pelipatgandaannya ketimbang uang warga kota ditaruh di bawah bantal ?? ini pemikiran yang saya miliki saat itu

Pertama, untuk investasi saham saat itu orang membutuhhkan modal minimal yang lumayan besar untuk saat itu. Minimal harus Rp 50 juta;
Kedua, beberapa rekan senior di salah satu perusahaan sekuritas selalu berbicara bahwa “saham is the money engine : money to make money” ketimbang instrument simpanan atau investasi yang lain
Ketiga, sistem jual beli tidak seperti hal nya pasar regular (seperti yang selama ini saya kenal di Jawa) , virtual lewat sistem yang canggih, membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak yang cuma bisa dioperasikan oleh orang berpendidikan dan paham teknologi, sehingga ini sangat ekslusif.
Keempat,  begitu banyaknya referensi tentang Orang Sukses Kaya dari Saham seperti propaganda tentang Warren Buffet atau LKH (padahal secara umum saya tidak tahu bagaimana it started and how these people exponentially multiply their assets lewat bursa saham)

Hal yang 10 tahun itu tetap membekas hingga sekarang. Lalu apakah anggapan saya berubah ?? Ternyata TIDAK ADA PERUBAHAN. Semua tetap sama. Orang masih mengganggap bahwa SAHAM ADALAH JALAN PINTAS UNTUK KAYA.

Berdasarkan interaksi saya dengan beberapa calon investor dan trader yang berminat untuk menanamkan modal di pasar saham. Rata rata mereka bertanya “bisa kasih return berapa ?” atau mungkin “kalau saya  kasih modal 10Milyar bisa gak kasih saya 10% sebulan?”

Mengenai aspirasi menjadi kaya semua orang pasti ingin getting rich dengan apapun motivasinya. Tapi bagaimana cara mewujudkannya itu yang beda beda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masing masing. Sehingga untuk menjadi kaya pun pasti akan punya usaha yang berbeda.
Apakah Warren Buffet kayanya mendadak ? Ataukah LKH bisa secepat kilat menjadi Trilyuner dari pasar modal ? Disini juga kita pisahkan antara kaya karena factor turunan/warisan (sudah kaya dari awal) ataupun yang kaya melalui proses. Sekarang saya share bagaimana alurnya bila mau KAYA lewat SAHAM

Dari semua landasan mari kita fokus kepada sebuah mantra INVESTASI.

Investasi adalah sesuatu yang kita simpan hari ini untuk hasil yang lebih baik di masa depan. Dari sini lah salah jika menganggap bahwa uang di saham akan cepat berlipat ganda tanpa adanya proses. Proses entah berapa lama dalam hitungan bulan, tahun atau dasawarsa adalah kunci dari pelipatgandaan investasi. Baik yang menjadi keberhasilan Warren Buffet atau Ko Asiong Bandar Gorengan. PESAN SINGKAT NYA : JANGAN LIHAT MEREKA SEKARANG, LIHAT LAH PROSESNYA.

Lalu kalau saya ditanya oleh teman “Mbak apakah bisa Kaya Mendadak di Saham ?” Kalau saya jawab BISA pasti saya akan ditimpuk oleh kelompok nyangkuters nyaris bangkrut yang sahamnya berada di support terkuat GOCAP. Kalau saya jawab TIDAK BISA nanti yang suka sombong pamer cuan trading hasil copetan saham dengan klaim “Selalu Untung Pamer Porto” juga akan ngedumel di belakang running trade.

Dalam hidup tiap kita punya tujuan harus di awali dengan mindset yang benar. Di investasi saham mindset orang kebanyakan sama seperti saya di awal yaitu untuk bisa melipat gandakan uang dengan cepat. Kenapa ini penting? Karena ketika mindset kita berpikir demikan, yang terjadi dalam prosesnyapun salah yaitu yang penting mau untung tidak peduli hujan badai (resiko) atau tanpa step by step yang benar.

Saat mindsetnya benar bahwa investasi itu untuk menyimpan, maka resiko yang akan di terima kecil tapipun returnnya harus jangka panjang. Ini yang di sebut sebagai value investing. Bagaimana caranya? Harus melihat pada fundamental suatu perusahaan yang kita pilih. Beli, Simpan, dan Jual sesuai target.

Bagaimana untuk yang tidak suka investasi jangka panjang atau dengan kata lain mau jadi Trader. Kelompok inilah yang harus benar-benar menggunakan mindset yang benar untuk berproses secara benar, bukan dengan trading ugal-ugalan. Trading tujuannya ingin cepat kaya mendadak pasti akan menuju kebangkrutan, karena apa?? Tabrak sana sini. Asal naik ikut, asal ada berita ikut, asal rame di group ikut, asal feeling bagus ikut.. tapiiii bisa jadi tebakannya benar, jangan sombong! Itu mungkin karena beruntung suatu saat akan rasakan kebangkrutan karena gak punya pegangan (ilmu)

Dulu 2007 saya melihat betapa orang pesta pora saham TMPI, pengikutnya banyak tanpa tau dasar kenaikan pokoknya hajar dan di barengi greedy…. Eh kemudian habis dalam 5 menit sampai saya dengar ada broker yang bunuh diri, teman-teman saya berganti raut muka dari ceria menjadi kusam bahkan seperti mayat hidup.

Ada lagi saham BUMI th 2007 semua menginfokan akan naik semuaa boleh hajar bahkan rela menjual asset untuk beli, Naik memang dari 300an hingga 8000 banyak yang untung tapi pun kemudian ruginya berkali-kali, karena apa?? Greedy pengin cepat kayaa, sudah jual untung , masuk lagi meski tinggi hanya modal rumor akan naik ke sekian persen.

Pernah juga suatu hari th 2008 saya waktu itu di kantor cabang sekuritas di daerah ada nasabah datang menangis histeris karena habiss uangnya gak bs jualan krn tiap hari saham di buka Auto reject bawah, ngeriiii. Ada juga yang datang pamit bilang saya pamit dari dunia saham karena sepertinya gak cocok dan gak beruntung, Pernah juga merasakan tidak bisa tidur 3 malam karena harus enter cut loss pertama kali 500jt .

Di market mau seperti apa kita berhadapan dengan layar tergantung diri kita masing-masing, kuncinya MARKET SELALU BENAR. pengalaman saya dulu saat saya di paksa target untuk seseorang sebulan sekian fixed return, itu yang membuat saya mulai ugal-ugalan, untung memang awalnya tapi kemudian hancur bangkrut tak bersisa.

Ada hal yang akan buruk saat di otak kita selalu berpikir bahwa di saham akan cepat bikin kita kaya secara mendadak.. stimulus otak akan sampai pada semua indera kita. Disiplin akan hilang, greedy akan datang, dan ilmupun akan Cuma jd tumpukan memory tanpa di pakai. Ketiga hal negative ini yang akhirnya bukan cm kerugian secara materi saja yang saya dapat tapi secara immaterial karena di amuk sama orang habis uangnya. Hehehehe. So??

Menjadi kaya dari saham sangat bisa tapi bukan dadakan kaya, apalagi modal 100rb langsung minta kaya hehehhe. kalau mau kaya cepat jangan di saham tapi pakai pesugihan. boleh Tuyul atau boleh Ngepet. Belajarlah dari orang-orang yang sukses di investasi saham dan itu gak banyak dari sekian ribu orang investor, yakinlah dari 10 orang mungkin 2 orang saja. Asal belajar ilmunya, disiplin, dan hindari greedy insyaAlloh akan kaya pada waktunya.

Apa selalu yang akan kaya adl seorang yang investasi untuk jangka panjang? Atau seorang yang memilih menjadi Trader tidak akan kaya dari saham? Sama! keduanya punya resiko dan kesempatan yang sama untuk jadi kaya karena saham, tapi keduanya butuh proses. Gak ada yang instan. Cuma modal feeling atau cukup jadi follower untuk buy or sell saham, kita harus punya ilmunya. Belajar terus dan banyak bertanya dengan para ahlinya (WWW.TEMANTRADER.COM atau https://t.me/tetrachat misalnya).

Jangan anggap orang yang kelihatan untung terus dengan banyak nyopet saham itu selalu 100% keadaanya sama dengan yang kita dengar dan lihat, jangan pula menganggap semua investor jangka panjang adalah benar karena pilihan bukan karena paksaan saham nyangkut yang akhirnya jd investor dadakan.

Menjadi kaya memang harapan banyak orang tapi memaksa untuk secepatnya kaya tanpa planning yang tepat itu sama saja konyol. Saya sedikit sharing bagaimana pola trading saya hari ini setelah dulu rajin bangkrut. Semakin saya kelola banyak uang semakin saya perketat batasan resiko, penentuan target tiap resisten disiplinkan , ada dispensasi untuk harga cut loss setelah melihat harga pre closing, dan maksimalkan manajemen portfolio.

Investasilah dengan benar, jika memilih jadi investor longterm maka pilihannya adalah pahami fundamental perusahaannya. Jika pilihannya adalah menjadi seorang Trader belajarlah teknikal analisa. Dan jika pilihan untuk kaya ada di saham, maka pahami bahwa ini produk Kapitalis yang semua orang cari untung bukan sedekah, jadi batasi resiko dan realisasikan untung sesuai target masing-masing, serta yang terpenting jangan urusi dan iri portfolio orang lain. Fokuslah pada portfolio sendiri.

(Materi : KULGRAM di Group Chat Telegram TEMANTRADER oleh Diah Amini tanggal 26 Agustus 2017)

 

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *