Edukasi Saham

Hindari Nyesek Ketika Saham Yang Dijual Harganya Terbang !!!

Di Pasar Pasar modal seperti transaksi saham, sering kali kita dihadapkan kepada situasi yang bisa bikin kita tidak tidur, seperti saham yang nyangkut, saham yang di suspend, dll. Ketika saham nyangkut, dalam pikiran kita biasanya akan ada dua hal, yakni bersabar menunggu (mendadak investor/swinger) atau cutloss. Nah ketika kita menunggu agar saham tersebut rebound ke posisi kita beli atau istilahnya BEP, dan ternyata itu saham benar rebound dan BEP, kita pun dihadapkan pada situasi sulit…yakni hold atau jual BEP. Terkait posisi sulit tersebut, pernakah trader mengalaminya? Atau menjual BEP/Cutloss namun kemudian ternyata SAHAM tersebut terbang ke langit atau naik beberapa point? NYESEK? KEZEL? Pasti….

Lalu kita akan menyalahkan diri sendiri (yah iyalah masa menyalahkan orang lain) inget keputusan jual dan beli adalah keputusan jari dan pikiran kita. Analis hanya memprediksi. Timbul Pertanyaan? Salah saya apa? Apakah trading saya sudah benar? Okeh hari ini kami akan menjabarkan beberapa TIPS untuk menghindari NYESEK, KEZEL, BETE ala TEMAN TRADER

Pertama, ketahui dan beri batasan resiko dan cuan, Tanya pada diri kita sendiri, ketika trading saham, berapa batasan maksimal resiko yang saya harus hadapi? Setelah itu kembali Tanya, berapa maksimal cuan yang saya harus realisasikan…dan terakhir, apa yang membuat saya harus melakukan cut loss dan jual bep (tetep rugi fee brokerage)

Kedua buat trading plan, tentukan entri, stoploss dan TP (ini semua bisa didapatkan dengan membuat support and resistance atau bagi yang belum mengerti bisa menyimak simulasi sebagai berikut :

Contoh  ingin beli ASRI berdasarkan rekom TEMAN TRADER  4 Agustus 2017, gambar terlampir

Berdasarkan chart Buy on breakout di harga 356 dengan cut loss di harga 326, mari kita patok resiko dengan tingkat resiko 2% saja dengan ketentuan modal maksimal 25juta.
Berdasarkan TA, Level take profit bisa ke resistance terdekat di 408 atau 2 kali dari level resiko (mana yang terlebih dahulu kena), apabila anda sudah ada di posisi area 352-358, kalian bisa hold hingga ke target terdekat atau berdasarkan batasan taking profit kalian (jangan greedy)

Apabila ternyata saham tersebut turun dibawah area kita beli (area beli 352-358) apa yang harus kita lakukan? Cek level cut loss, apabila sudah mengenai batas resiko, maka yang harus kita lakukan adalah cutloss? Apa cutloss? Rugi donk…memang akan rugi tapi ingat rezeki tidak hanya ada di ASRI.

Level Cut Loss (level pembatasan resiko) dan Take Profit Ini yang perlu kita identifikasi didalam trading plan kita, caranya bagaimana? Belajar TA dan check KULGRAM  sebelumnya.

Tentu saja untuk trading systemnya mengikuti trading system kita masing-masing sebagai traders. Jadi apapun trading systemnya, trading plan perlu kita susun untuk mengidentifikasi resiko nya dan tentu saja untuk mengimplementasikan strategy money management. Apaan tuh Money Management?

Money management adalah keterampilan mengatur modal trading. Ada yang menyebutnya seni, sebagian lagi menyebut sebagai sains. Tujuan money management adalah untuk mengakumulasi ekuitas dengan mengurangi kerugian saat kalah trading dan memaksimalkan keuntungan saat menang.

Salah satu aturan yang terkenal adalah aturan 2%, artinya sebuah posisi tidak boleh memiliki resiko lebih dari 2% dari total ekuitas. Ada juga aturan 6%, total dari resiko seluruh posisi tidak boleh lebih dari 6% dari total ekuitas. Okeh kita bahas saja yang 2% dahulu dalam sesi kulgram kali ini.

Contoh:

Total Dana Cash 100 juta rupiah, dengan batasan  resiko 2% maka hanya 2juta rupiah saja, resiko yang kita ambil setiap kali kita beli saham.

Perlu di ingat, dengan modal 100 juta idealnya kita hanya boleh punya 4 saham dalam porto, dalam hal ini mari kita patok 25 juta/emiten. Ingat     tentukan 2 juta untuk resiko di masing-masing posisi kalian

Contoh Konservatif:

Henda membeli   Saham ASRI (sesuai contoh terlampir tadi)

Entry = 356

Exit/CL= 326

TP = 400-408

Ingat untuk resiko 2% dari setiap posisi. Seperti yang saya sebut diatas yakni 2juta (100JT/2%)

2juta / ((354-324) X 100) = 666 Lot (Max jumlah lot yang dibeli, mari kita buat pas banget bulet angkanya biar enak) lets say 660 lot target beli

Berapa cash yang harus kalian butuhkan untuk membeli 660 lot saham ASRI?

Harga Entry = 354 berarti 354 x 660LOT = Rp.23,364,000..

Dengan modal Rp.23,364,000 tersebut telah memenuhi syarat maksimal penggunaan dana yang maksimal penggunaanya 25juta/saham.

Mari kita liat contoh modernnya..ATAU cara pakai kalkulator saham yang ada di web www.temantrader.com

Cara TEMAN TRADER :

Gunakan Kalkulator Resiko di Web seperti terlampir

Terlihat bahwa dengan Modal yang sama 25juta dan resiko 2%

Entry di 355

Exit Loss 326

TP  = 408

Lot yang terbeli = 693 lot

Modal Keluar = 24.601.500 (masih aman, modal kita 25juta)

Risk Reward Ratio = 1.34

Masih kurang contohnya? Mau coba di saham bank okeh kita test pake cara TEMANTRADER

SAHAM BJTM

Entry = 641

Exit Loss = 650

TP = 725

Jumlah lot yang dibeli = 383lot

Presentasi TP = 11%

Risk Reward Ratio 24%

Modal beli saham = 24,5juta (masih aman)

Ok, sekarang kita sudah tahu dana yang harus dikeluarkan, bahkan kurang dari 25juta rupiah, dan resiko pun sudah kita  patenkan di 2%. Lalu? Apakah  akan langsung beli? Sebagian mungkin  langsung beli…boleh tapii…

Perlu diingat pula, ketika entri pun harus pakai strategi, jangan langsung hajar beli apalagi hajar kanan di 660 lot..gunakan metode cicilan (namun metode cicilan ini akan memperlebar dana yang dibutuhkan, mari kita liat simulasinya

Contoh

Cicilan 1 = Entry di 354 = 250 lot (8,850,000)

Cicilan 2 = Entry di 356 = 160 lot (5,696,000)

Cicilan 3 = Entry di 358 = 150 lot (5,370,000)

Cicilan 4 = Entry di 360     = 100 lot (3,600,000)

Jumlah lot = 660

Jumlah uang untuk beli = Rp.23,516,000

Mari kita hitung average harga kalian jadi berapa

23,516,000 / 660 = 356,9 (ini avg harga kalian)

Apabila ternyata kita baru nyicil 1x dan ternyata harga turun, maka kerugian kita jadi lebih kecil, sekitar 1% dari total porto.

Namun apabila harga sahamnya naik, maka tentu saja average kita akan naik. Hanya saja pasar saham itu menarik seperti hierarki, kalaupun harga turun pada cicilan ke 3, kita akan tetap cuan meski kecil.

Memang keuntungan tidak sebanyak kalau kita hajar full lot di 354, namun pasar saham itu volatil dan bergerak sesuai dengan minat pasar, tidak ada yang bisa menjamin harga langsung ngacir naik ke atas. Yang hanya bisa kita lakukan adalah menghitung probabilias dan possibility yang terjadi. Oleh karena itu money management sangat penting, seperti memasang target enty, loss dan dengan strategi cicilan.

Diversifikasi membuat kita  terhindar dari kerugian total. Sebab,  menanam saham pada perusahaan yang berbeda-beda. Saat satu saham dari perusahaan merugi, masih punya pos saham dari perusahaan lain yang tidak merugi, bahkan mungkin malah untung. Sebab, kecil kemungkinan seluruh perusahaan dalam jenis yang berbeda akan mengalami kondisi sama dalam satu waktu.

Dan Biasannya yang NYESEK/KEZEL ini melakukan transaksi tanpa perencanaan keuangan yang baik atau memang belum mengetahuinya…tidak apa-apa saya pun dahulu kalah pernah NYESEK dan KEZEL…

Tanamkan dalam pola pikir Kalian bahwa saham adalah investasi jangka panjang. Dalam jangka panjang, saham memiliki potensi menguat. Ketika saham menurun, sebaiknya Kalian menunggu sambil memantau daripada langsung memutuskan untuk menjual rugi saham Kalian (dalam jangka panjang, pasar biasanya semakin membaik).

 

 

 

 

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *